SOSMED

Facebook  Twitter  Instagram Yahoo

Senin, 02 Maret 2015

Duh, Susahnya Mengatasi Jerawat Batu!







“Pernah mendengar istilah jerawat cinta, alias jerawat yang muncul saat kita sedang jatuh cinta. Benarkah demikian? Tentu itu hanya mitos, sebab secara medis jerawat terjadi karena tiga faktor, yaitu produksi minyak atau sebum, sumbatan kelenjar minyak, dan bakteri,” ungkap dr. Eddy Karta, SpKK., dari Edmo 

Ketika terjadi gangguan produksi minyak, sel kulit mati bersama debu dapat menyumbat saluran folikel rambut dan terbentuklah komedo. Di sini keterlibatan bakteri Propionibacterium acnes dapat memicu peradangan sehingga jerawat pun terbentuk.
Jerawat tidak selalu muncul akibat kondisi kulit yang kotor, tapi juga disebabkan oleh faktor dari dalam tubuh. Apabila produksi sebum meningkat secara tiba-tiba dan terjadi sumbatan saluran sebum di lapisan kulit bagian dalam, maka jerawat batu bisa muncul.
“Keadaan ini menyebabkan jerawat tidak dapat keluar dan akan membesar di dalam kulit, sehingga disebut batu karena besar dan keras,” tambah Eddy yang juga tercatat sebagai staf pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.
Karena sifatnya yang besar dan keras, tak heran banyak orang kesulitan mengatasi jerawat batu . Benarkah demikian?

Karena sumbatan di lapisan kulit bagian dalam, penyembuhan jerawat batu akan memakan waktu lebih lama dan sulit dibanding jerawat biasa. Jerawat biasa yang disebabkan sumbatan pori akibat debu umumnya terletak di lapisan kulit atas (superfisial).
Produksi sebum yang meningkat tiba-tiba pada jerawat batu dapat terjadi akibat gejolak hormonal, misalnya menjelang menstruasi atau kehamilan. “Kondisi fisik yang kurang baik, kelelahan, stres, atau makanan yang salah juga dapat memicu munculnya jerawat batu,” imbuh sang ahli. Makanan manis dan berlemak juga disebut-sebut menjadi salah satu pemicunya.

Hal penting dalam mengatasi jerawat batu adalah pencegahan. Sebab jerawat batu lebih mudah terjadi karena masalah hormonal dan kelelahan. Apabila jerawat terlanjur muncul, maka pengobatan dengan antibiotik diperlukan jika ada tanda radang. “Jika jerawat batu tetap sulit dihilangkan, terkadang injeksi obat antiradang dapat dilakukan agar jerawat segera mengecil,” ungkap Eddy.

sumber:disini

9 komentar: